Menu

Bawang Lanang: Hipertensi, Stroke, dan Tuberkulosis

Kamis, Juli 23rd 2015.

allium-kapsul-bawang-tunggal-tiongkok

Umbi bawang lanang terbukti secara empiris ampuh mengatasi penyakit-penyakit pembuluh darah seperti hipertensi dan stroke. Kekuatan bawang lanang lebih dahsyat daripada “induknya” bawang putih.

Di dua kemasan obat itu tertulis 2 x 1. Artinya, dokter menyarankan Safar Sinambela meminum obat penurun tekanan darah itu dua kali sehari. Namun, ia mengonsumsi kedua jenis obat itu hanya sekali sehari, yakni pada setiap pagi. Untuk menggantikan dosis obat penurun tekanan darah, Safar mengonsumsi 2 umbi bawang lanang.

Safar memperoleh informasi khasiat bawang lanang dari rekan istrinya. Sejak dua tahun silam Safar rutin mengonsumsi bawang lanang. Kardina memanggang dua siung bawang lanang di atas api hingga lapisan kulit gosong. “Tujuannya agar umbi bawang menjadi lebih lunak sehingga mudah mengunyahnya,” ujarnya. Safar biasanya menyantap 2 umbi bawang lanang saat makan siang dan makan malam bersama nasi dan lauk pauk. Hasilnya menggembirakan. Tekanan darah tinggi Safar cepat menurun.

Stroke

Pernah suatu waktu tekanan darah Safar mencapai 190/100 mmHg; tekanan normal, 120/80 mmHg. Setelah dua hari konsumsi bawang lanang, tekanan darah menjadi 140/80 mmHg. Dua tahun terakhir setelah rutin konsumsi umbi bawang lanang, tekanan darah Safar relatif normal. Itulah sebabnya ia berencana meninggalkan obat resep dokter dan hanya konsumsi bawang lanang untuk mengontrol hipertensi.

Cara itu ia tempuh untuk mencegah ginjalnya bermasalah. Harap mafhum pensiunan pegawai negeri itu sudah 12 tahun menderita hipertensi. Selama itu pula ia bersandar pada obat penurun tekanan darah. “Suami saya berusia 76 tahun. Kata dokter pada usia itu rentan terkena hipertensi. Karena itu ia mesti rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darah,” ujar Kardina.

Pasien hipertensi lain yang merasakan khasiat bawang lanang adalah Sutarjo. Dokter mendiagnosis Sutarjo mengalami stroke akibat tekanan darah sistolik pria 50 tahun itu selalu bertengger di atas angka 180 mmHg. Lebih dari dua tahun Sutarjo mengonsumsi obat sintetis kimia, tapi tak kunjung sembuh. Itulah sebabnya keluarga membawanya ke tempat praktek Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta.

Sutarjo berjalan menyeret kaki kanan dan kirinya secara bergantian. Bicaranya pun pelo. Untuk mengatasinya Lina menyarankan Sutarjo mengonsumsi empat siung bawang lanang segar per hari. Untuk mengonsumsinya cukup menggepreknya, lalu konsumsi  mentah-mentah. Setelah sepekan rutin mengonsumsi herbal itu, kondisi Sutarjo membaik. “Saat bertemu di tempat praktek saya di Wonogiri, ia sudah bisa mengendarai motor,” ujar Lina.

Sistem peredaran darah

Baik Safar maupun Sutarjo terserang hipertensi ketika usianya menua. Menurut kepala Poli Obat Tradisional RS Dr Soetomo di Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosoewojo SpPD, seiring penambahan usia, pasien semakin rentan terserang hipertensi. Itu karena tingkat kelenturan pembuluh darah semakin berkurang. Penyempitan sedikit saja, menyebabkan pembuluh darah pecah.

Apalagi jika pada usia menua, tetapi tak menerapkan gaya hidup sehat. Safar, misalnya, sering tak bisa menahan diri mengonsumsi makanan berlemak, apalagi saat mendapat undangan jamuan makan atau menghadiri kenduri para kolega. Menurut guru besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof Dr dr Endang Susalit SpPD, konsumsi makanan berlemak tinggi menimbulkan plak yang menyumbat pembuluh darah alias aterosklerosis

Ketua Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia (IDHMI), dr Hardhi Pranata SpS, MARS, mengatakan, tekanan darah setinggi itu perlu diwaspadai karena memicu berbagai komplikasi. Misalnya, jika tekanan darah tinggi terjadi di pembuluh darah otak, maka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah atau stroke. Di Indonesia penyakit itu menjadi pembunuh nomor satu.

Bawang lanang (bahasa Jawa, lanang berarti laki-laki) yang dikonsumsi Safar dan Sutarjo sebetulnya bawang putih Allium sativum yang pertumbuhannya abnormal sehingga berumbi tunggal. Tanaman hanya mampu menghasilkan 1 siung umbi, bawang putih normal 10-13 siung (baca: Kisah Lelaki Penyendiri halaman 20-21). Bukti empiris itu belum didukung riset ilmiah secara langsung atau merujuk pada bawang lanang.

Namun, dr Rosalina Silvia Dewi dari Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, membuktikan bahwa ekstrak bawang putih terhadap profil lipid tikus yang mengalami dislipidemia atau kelainan metabolisme lipoprotein. Menurut Rosalina dalam jangka panjang dislipidemia memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Keduanya memicu gangguan sistem peredaran darah seperti hipertensi dan kardiovaskular.

Dislipidemia ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, serta penurunan kolesterol HDL. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak bawang putih pada berbagai dosis menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL serum darah. Semakin tinggi dosis, efektivitasnya kian meningkat.

Bukti ilmiah

Rosalina menduga bawang putih menurunkan kolesterol dengan menghambat sintesisnya. Penghambatan itu melalui dua cara: menghambat reaksi enzim hydroxymethylglutaryl-CoA reduktase dan  reaksi enzim lain seperti squalene mono-oksigenase dan lanosterol-14-demethylase. Ketiga enzim itu merupakan enzim kunci dalam biosintesis kolesterol.

Menurut Rosalina senyawa aktif yang berefek menurunkan kolesterol  pada bawang putih adalah saponin. Riset lain melaporkan fraksi glikosida kasar pada ekstrak metanol bawang putih yang mengandung spirostanol saponin-yang diproduksi dari konversi furostanol saponin melalui b-glucosidase-menurunkan total plasma kolesterol dan kolesterol LDL tanpa mengubah kadar HDL pada binatang yang dislipidemia.

Saponin menghambat absorbsi kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol plasma. Beberapa senyawa kimia lain dalam bawang putih seperti alisin dan organo-selenium diduga bekerja secara sinergis dengan senyawa organosulfur menurunkan kadar kolesterol.

Hasil penelitian itu secara tidak langsung menjawab duduk perkara bawang lanang mengatasi hipertensi. Menurut Wahyu Suprapto kandungan kimia bawang lanang yang bermanfaat untuk kesehatan relatif sama dengan bawang putih, yang berbeda kadarnya. “Perbandingan kandungan senyawa aktif satu siung bawang lanang setara 5-6 siung bawang putih biasa,” ujar pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Menurut dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Dini Dinarti MSi, senyawa aktif dalam bawang lanang adalah dialilsulfida. Senyawa itu berfaedah menurunkan darah tinggi, kolesterol, diabetes, meluruhkan lemak dalam darah, dan mengencerkan gula darah. Meski masih satu spesies, kadar dialilsulfida bawang lanang lebih tinggi daripada bawang putih.

Itu terbukti dari aroma bawang lanang yang lebih menyengat. “Dugaan saya itu karena hasil fotosintat dari tanaman bawang lanang terkumpul pada satu siung. Pada bawang putih biasa dibagi untuk banyak siung sehingga kadar dialilsulfida lebih sedikit,” kata doktor Agronomi dan Hortikultura itu. Wahyu Suprapto menyarankan sebaiknya pasien mengonsumsi bawang lanang untuk membantu penyembuhan.

Sayangnya, belum ada penelitian yang membandingkan kadar senyawa aktif bawang lanang dan bawang putih biasa. Dalam beberapa penelitian menunjukkan, khasiat bawang lanang lebih kuat ketimbang bawang putih biasa. Itu terbukti dalam penelitian Anita Pratimi dari Jurusan Biologi Universitas Diponegoro. Anita membandingkan aktivitas antibakteri bawang lanang dan bawang putih terhadap bakteri Staphyllococcus aureus, vektor penyakit saluran napas atas dan kulit, dan Pseudomonas aeruginosa, penyebab utama infeksi pneumonia.

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak 100% solo garlic alias bawang lanang efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona hambat 2,03 cm. Adapun bawang putih biasa dengan konsentrasi sama, hanya menghambat pertumbuhan bakteri dalam radius 1,33 cm. Bawang lanang pada konsentrasi ekstrak 100% efektif menghambat pertumbuhan bakteri P. aeruginosa dengan diameter zona hambat sebesar 1,6 cm, terpaut sedikit dengan bawang putih biasa yang mencapai 1,57 cm.

Khasiat lain bawang lanang tokcer mengatasi Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberkulosis sebagaimana hasil penelitian Novena Yety Lindawati dan Crescentiana Emy Durhania, keduanya dosen Akademi Farmasi Nasional Surakarta. Mereka membuktikan ekstrak bawang lanang berdosis 240 mikrogram per ml media-setara 600 mg ekstrak bawang lanang per kapsul-mampu menghambat pertumbuhan bakteri (baca: Ahli Atasi Kuman Koch, halaman 18-19).

Menurut herbalis di Batu, Provinsi Jawa Timur, Wahyu Suprapto, sejak dahulu masyarakat memanfaatkan bawang lanang untuk membantu mengatasi berbagai penyakit akibat gangguan sistem peredaran darah seperti hipertensi dan gangguan seksual. Lina Mardiana menuturkan di lingkungan keraton Yogyakarta dahulu bawang lanang menjadi santapan khusus para bangsawan. “Mereka mengonsumsi sebagai lalapan untuk menjaga stamina raja,” tambah Lina.

Kini masyarakat kembali melirik pada umbi tanaman yang tokcer mengatasi beragam penyakit. Dua tahun terakhir, misalnya, kian banyak herbalis yang meresepkan umbi bawang lanang. Selain Wahyu Suprapto dan Lina Mardiana, herbalis di Kotamadya Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, juga meresepkan bawang lanang sejak 2004. Ia memanfaatkan bawang lanang untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, dan stroke.

Ia meresepkan bawang lanang dalam bentuk serbuk kering atau dibuat acar untuk mengurangi aroma sehingga memudahkan konsumsi. Menurut Valentina khasiat utama bawang lanang secara fisio-kimiawi mencairkan gumpalan darah dalam pembuluh darah. Pendapat serupa juga dilontarkan dr Arijanto Jonosewojo SpPD. “Bawang lanang bersifat pengencer darah,” katanya.

Pada kondisi darah encer darah lebih lancar mengalir. Ketika aliran darah tertahan karena ada penyempitan pembuluh darah, tekanan yang ditimbulkan tidak terlalu tinggi. Namun, Arijanto mewanti-wanti. Bila hendak mencabut gigi, misalnya, hindari konsumsi bawang lanang dua pekan sebelumnya agar darah tidak encer. “Darah yang terlalu encer membuat proses penyembuhan luka bekas mencabut gigi menjadi lebih lama,” katanya.

Menurutnya tanaman anggota famili Alliaceae itu juga ampuh menurunkan low density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat yang memicu perlemakan pembuluh darah, dan mendongkrak kolesterol baik high density lipoprotein (HDL) untuk menggerus lemak.

Tren

Berbagai khasiat itu mendorong beberapa produsen herbal memproduksi jamu berbahan bawang lanang. Contohnya Sudiyo di Karanganyar, Jawa Tengah, yang memproduksi bawang lanang dalam bentuk serbuk, lalu mengemasnya dalam kapsul. “Tujuannya agar lebih praktis dan tidak beraroma tajam saat dikonsumsi,” ujar herbalis yang membuka praktek di Sukoharjo, Jawa Tengah, itu.

Ia juga memproduksi bawang lanang yang diolah dalam bentuk sirop yang dicampur madu, serbuk sarang semut, dan jeruk nipis. “Permintaan konsumen terus meningkat. Produksi meningkat 20-30% per tahun,” ujar Sudiyo. Di Malang, Jawa Timur, Iswanto Sumarwanto, juga memproduksi kapsul bawang lanang. Sejak mulai produksi pada 2000 hingga sekarang permintaannya terus meningkat.

Pada awal produksi hanya 5 kg sebulan, kini menjadi 50 kg bulan. “Permintaan naik karena semakin banyak orang tahu khasiat bawang lanang,” ujarnya. Umbi bawang tunggal anggota lili-lilian itu mujarab membantu mengatasi penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti stroke dan hipertensi serta tuberkulosis. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari, Bondan Setyawan, Desi S Rahimah, M Khais Prayoga, dan Pranawita Karina)

Lancarkan Peredaran Darah

Bawang lanang berefek mengencerkan darah sehingga darah lebih lancar mengalir. Ketika aliran darah tertahan karena ada penyempitan pembuluh darah, tekanan yang ditimbulkan tidak terlalu tinggi. Saponin pada bawang lanang menghambat absorbsi kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol jahat low density lipoprotein dalam darah.  Beberapa senyawa kimia lain dalam bawang putih seperti allicin dan organo-selenium diduga bekerja secara sinergis dengan senyawa organosulfur untuk menimbulkan efek biologis, termasuk penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat, serta menaikkan kadar kolesterol baik high density lipoprotein (HDL).

Jangan Berlebihan

Konsumsi bawang lanang untuk kesehatan bakal memicu aroma tubuh tak sedap. Herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, mengatakan minyak asiri dan senyawa aktif yang mengandung sulfur tinggi pada bawang lanang mempengaruhi aroma keringat. Menurut George Preti, PhD, pakar kimia organik dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Amerika Serikat, senyawa-senyawa aromatik yang terkandung dalam makanan terbawa dalam pembuluh darah dan keluar tubuh melalui urine, napas, dan keringat.

Untuk meminimalisir efek samping aroma tak sedap itu Wahyu meresepkan bawang lanang bersama daun sembung. “Minyak asiri pada daun sembung dapat menetralisir minyak asiri bawang lanang,” kata Wahyu. Herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, mewanti-wanti agar jangan berlebihan mengonsumsi bawang lanang. “Dikhawatirkan tekanan darah turun terlalu cepat sehingga menyebabkan hipotensi,” ujarnya.

Oleh karena itu hentikan konsumsi bawang lanang bila tekanan darah sudah berada pada ambang normal. Lukas menyarankan konsumsi bawang lanang setelah makan. Jika dikonsumsi sebelum makan menyebabkan rasa panas di perut. Bagi penderita mag sebaiknya konsumsi bawang lanang bersama herbal lain seperti rimpang kunyit, temuputih, atau daun tapak liman. Dosisnya sekitar 5 gram. “Herbal-herbal itu bersifat menetralkan asam lambung,” ujarnya. Dengan begitu kesembuhan datang, lambung pun aman. (Imam Wiguna)

Detail produk bawang lanang dalam bentuk kapsul silahkan klik Link Dibawah ini :

http://tokoislam.info/herbal-tunggal/allium-kapsul-ekstrack-bawang-tunggal-tiongkok

Pencarian Masuk:

Produk terbaru

Rp 65.000 100.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCream Penumbuh Rambut jenggot dan kumis – Cream Macho
Harga Rp 65.000 100.000
Anda HematRp 35.000 (35.00%)
Lihat Detail
Rp 50.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangManjakani 7 in 1 Sejak 1996 atasi berbagai masalah kewanitaan
Harga Rp 50.000 150.000
Anda HematRp 100.000 (66.67%)
Lihat Detail
Rp 15.000 25.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabun Zaitun Olive Oil Fayolla
Harga Rp 15.000 25.000
Anda HematRp 10.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 15.000 25.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabun Sereh Plus Sulfur Fayolla
Harga Rp 15.000 25.000
Anda HematRp 10.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 15.000 25.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabun Beras Fayolla – Rice Soap Body Soap
Harga Rp 15.000 25.000
Anda HematRp 10.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 15.000 25.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabun Susu Kambing Fayolla
Harga Rp 15.000 25.000
Anda HematRp 10.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKapsul Extrack Bawang Hitam Garlicmaxs
Harga Rp 100.000 150.000
Anda HematRp 50.000 (33.33%)
Lihat Detail
Rp 80.000 100.000
Order Sekarang » SMS : 081901389456
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMadu Pasak Bumi Plus Tribulus
Harga Rp 80.000 100.000
Anda HematRp 20.000 (20.00%)
Lihat Detail