Menu

Ashitaba Melenyapkan Mioma

Rabu, Agustus 26th 2015.

pohon-ashitaba

Ashitaba melenyapkan mioma.

Usia 48 tahun pada 2012 bagi Dwi Ranny adalah masa tak terlupakan. Saat itu menstruasi yang sebelumnya lancar setiap bulan, tiba-tiba terhenti selama 4 bulan sejak September. Itulah saat ia mengalami menopause. Namun, Dwi tak pernah menduga ia mengalami pendarahan hebat setelah tiba-tiba kembali mengalami menstruasi pada Januari 2013.

Semula darah yang keluar sedikit, tapi lama-kelamaan deras. Sebab itu setiap 15 menit Dwi harus mengganti pembalut. “Darahnya bergumpal-gumpal,” kata ibu 2 anak itu. Kondisi itu semakin parah karena demam menyertai pendarahan. Nyaris setiap sore hari Dwi menggigil, meski selimut tebal membungkus tubuh. Selain itu Dwi merasa mual dan pusing di kepala. Bila sudah begitu Dwi hanya bisa tergolek lemah di atas ranjang.

Khawatir kondisinya memburuk, Dwi mendatangi dokter di sebuah rumahsakit di Bekasi, Jawa Barat. Hasil pemindaian ultrasonografi (USG) memperlihatkan terdapat mioma submukosal di dinding rahim. Ukurannya nyaris sebesar bola pingpong dengan diameter 3,4 cm. Dokter kemudian menyarankan untuk melakukan operasi. Namun, pengusaha herbal itu menolak dan memilih pulang.

Dua pekan berselang, Dwi berangkat ke Malaysia untuk mencari opini lain dari dokter ahli kandungan dan kebidanan. Hasilnya sama, terdapat mioma di rahim. Dokter menyarankan agar Dwi menjalani operasi atau terapi herbal.

 

Tumor jinak

Menurut dr Prapti Utami di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, mioma merupakan tumor jinak di dinding rahim. Pemicunya beragam seperti ketidakseimbangan hormon, stres, konsumsi obat kontrasepsi, dan faktor keturunan. Ukuran dan bobot tumor itu bervariasi tergantung tingkat pertumbuhan, mulai dari beberapa gram hingga terberat 5 kg. Bila tumor itu sudah besar, maka perlu operasi pengangkatan mioma, hingga terberat adalah pengangkatan rahim.

Sejatinya, mioma dapat dibedakan berdasarkan posisi benjolan di rahim. Mioma yang menonjol ke luar dinding uterus disebut subserosal, sedangkan intramural merupakan mioma di dinding uterus. Yang dialami Dwi merupakan mioma yang menonjol di dalam rongga uterus atau submukosal. Mioma subserosal dan intramural membuat penderita merasa rahimnya membesar. Pada submukosal penderita akan mengalami gangguan siklus haid, pendarahan, dan keguguran.

Prapti mengatakan mioma submukosal menyebabkan darah haid dari kantong ovarium terhambat oleh tonjolan mioma. Dampaknya darah tidak bisa keluar melalui vagina sehingga darah haid berkumpul di rahim. Bila didiamkan berbulan-bulan pada akhirnya keluar sebagai pendarahan hebat.

Peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, dr Tri Kurniasari, melaporkan angka kejadian mioma pada perempuan di atas 35 tahun mencapai 40%. Namun, hanya sekitar 20—50% mengeluhkan pendarahan, nyeri perut bagian bawah, dan nyeri pinggang. Pantas mioma sering disebut silent ghost alias hantu mematikan yang datang diam-diam. Menurut Tri tingginya prevalensi pada usia reproduktif berhubungan dengan aktivitas hormon estrogen. Mioma jarang menyerang perempuan berusia kurang dari 20 tahun dan di atas 50 tahun.

 

Mengecil

Dwi rajin berselancar di dunia maya untuk memperoleh informasi herbal yang menyembuhkan mioma. Dari penelusuran itu ia mendapat banyak perempuan di Jepang biasa mengonsumsi ashitaba Angelica keiske untuk mengatasi perdarahan saat menstruasi. Tertarik hal itu, Dwi membeli produk kapsul ashitaba.

Setiap hari, ia menelan 12 kapsul campuran ashitaba dan cacing tanah, minyak kelapa murni, tapak dara dan keladi tikus.“Minumnya 3 kali dalam sehari, setelah sarapan, makan siang, dan makan malam,” katanya.

Dwi harus menghindari daging bebek yang merupakan makanan favoritnya, makanan hasil fermentasi seperti tempe, minuman ringan berpengawet, serta kopi. Pascakonsumsi ashitaba selama 3 bulan, Dwi mendapat kejutan menyenangkan saat memeriksakan diri ke rumahsakit. Miomanya mengecil, diameter 2,4 cm. Ia pun tidak lagi mengalami pendarahan ketika menstruasi. Saat ini Dwi menurunkan dosis konsumsi 6 kapsul ashitaba setiap hari.

Ashitaba Angelica keiske sesungguhnya tanaman asli Jepang yang mirip seledri yang ditanam di daerah berketinggian 1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Nama Angelica yang berarti “angel” atau malaikat itu tersemat lantaran ashitaba dianggap sebagai malaikat penolong warga Jepang bila sakit anemia, kelelahan, dan flu.

Penduduk negeri Matahari Terbit biasa mengeringkan daun seledri jepang itu lantas meminumnya mirip konsumsi teh. Ashitaba mengandung antioksidan tinggi dan bersifat antikanker. Batang ashitaba yang terpotong akan mengeluarkan getah kuning yang mengandung senyawa chalcones dengan bahan aktif xantoangetol dan 4-hydroxyderricin. Kedua bahan aktif itu sumber antioksidan.

Menurut Prapti, antioksidan dalam ashitaba mampu melawan sel-sel penyebab mioma. Normalnya, sel-sel di tubuh mati dan beregenerasi. Namun, pada sel-sel yang terkena polutan atau bahan asing dan berubah menjadi sel kanker tidak memiliki mekanisme regenerasi. “Sel-sel itu tumbuh dengan terus membelah diri,”ujar Prapti. Konsumsi ashitaba akan membuat sel-sel mioma itu mengalami apoptosis atau akan bunuh diri. Saat sel itu mati, tubuh akan memproduksi sel baru.

Ning Harmanto, herbalis di Koja, Jakarta Utara, menyatakan ashitaba berkhasiat. Ia selalu memasukkan ashitaba sebagai salah satu bahan herbal yang diracik, mulai dari teh, kapsul, hingga produk kecantikan. Selain cocok bagi penderita kolesterol, diabetes, dan jantung, menurut Ning ashitaba dapat mengatasi mioma seperti yang dialami oleh Dwi Ranny. (Kartika Restu Susilo)

Pencarian Masuk:

Produk terbaru

Rp 40.000 50.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCream Gamat Valleza
Harga Rp 40.000 50.000
Anda HematRp 10.000 (20.00%)
Lihat Detail
Rp 40.000 50.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCream Temulawak Valleza Plus Aloevera
Harga Rp 40.000 50.000
Anda HematRp 10.000 (20.00%)
Lihat Detail
Rp 40.000 50.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCream Malam Valleza aloevera plus lemon
Harga Rp 40.000 50.000
Anda HematRp 10.000 (20.00%)
Lihat Detail
Rp 40.000 50.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCream Siang Valezza Aloevera Plus Lemon
Harga Rp 40.000 50.000
Anda HematRp 10.000 (20.00%)
Lihat Detail
Rp 60.000 100.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangmadu hitam pahit gholiban 500 gram
Harga Rp 60.000 100.000
Anda HematRp 40.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMadu Hitam Pahit Gholiban 1 Kg
Harga Rp 100.000 150.000
Anda HematRp 50.000 (33.33%)
Lihat Detail
Rp 40.000 55.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTalbinah Al Khodry 400 Gram
Harga Rp 40.000 55.000
Anda HematRp 15.000 (27.27%)
Lihat Detail
Rp 75.000 85.000
Order Sekarang » SMS : 081280943720
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangherbal Peluruh batu ginjal Walchi
Harga Rp 75.000 85.000
Anda HematRp 10.000 (11.76%)
Lihat Detail